<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Electrical Engineering UIKA</title>
	<atom:link href="http://nurhadiarfan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nurhadiarfan.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Jul 2008 18:56:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='nurhadiarfan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/88ea0e96f1ed7fe2a77b846cbca07268?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Electrical Engineering UIKA</title>
		<link>http://nurhadiarfan.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>KWH Meter</title>
		<link>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/09/kwh-meter/</link>
		<comments>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/09/kwh-meter/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 10:40:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurhadiarfan.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Adalah suatu alat ukur yang berfungsi sebagai pencatat pemakaian listrik yang bekerja berdasarkan induksi. Semua pemakai tenaga listrik tentu diberi pembatas arus listrik (limiter) untuk menjaga keamanan pemakai, di samping itu pemberi tenaga listrik (PLN) dapat mengatur pemakaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain pembatas arus dillengkapi pencatat pemakaian listrik (KWH Meter). Untuk pemasangan 300 Watt, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=15&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Adalah suatu alat ukur yang berfungsi sebagai pencatat pemakaian listrik yang bekerja berdasarkan induksi. Semua pemakai tenaga listrik tentu diberi pembatas arus listrik (limiter) untuk menjaga keamanan pemakai, di samping itu pemberi tenaga listrik (PLN) dapat mengatur pemakaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Selain pembatas arus dillengkapi pencatat pemakaian listrik (KWH Meter). Untuk pemasangan 300 Watt, tidak diberi KWH Meter, tetapi cukup dengan otomat saja.</p>
<p>Kontruksi KWH Meter:</p>
<p>1. Bagian utama, terdiri dari<br />
- kumparan arus<br />
- kumparan tegangan<br />
- rotor<br />
- penumpu<br />
- magnet tetap</p>
<p>2. Register, terdiri dari:<br />
- pointer<br />
- cyclometris</p>
<p>3. Kotak pelindung, terdiri dari:<br />
- plate dasar<br />
- tutup</p>
<p>Kegunaan masing-masing bagian:<br />
1. Kumparan arus digunakan untuk membangkitkan fluks bolak balik yang berbanding lurus dengan arus beban<br />
2. kumparan tegangan digunakan untuk membangkitkan fluks bolak balik yang berbanding lurus dengan tegangan beban<br />
3. rotor (piringan) digunakan sebagai suatu bagian yang berputar, fungsinya untuk merubah fluks bolak balik menjadi bentuk putaran<br />
4. penumpu digunakan untuk tempat sandaran poros berputar<br />
5. magnet tetap digunakan untuk mengontrol secara otomatis kecepatan dari piringan yang berbanding lurus dengan momen putar<br />
6. register digunakan untuk mencatat banyaknya perputaran dari piringan<br />
7. kotak pelindung digunakan untuk melindungi semua komponen KWH Meter.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurhadiarfan.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurhadiarfan.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurhadiarfan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurhadiarfan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurhadiarfan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurhadiarfan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurhadiarfan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurhadiarfan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurhadiarfan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurhadiarfan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurhadiarfan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurhadiarfan.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=15&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/09/kwh-meter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b77c97f034759bb223aecb4fdd528e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arfan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Generator Listrik</title>
		<link>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/09/generator-listrik/</link>
		<comments>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/09/generator-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 10:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurhadiarfan.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Adalah alat yang digerakkan secara mekanik, diubah menjadi tenaga listrik.
Hukum Faraday
Jika sebatang penghantar digerak-gerakkan di dalam medan magnet maka pada penghantar tersebut akan timbul GGL induksi.
Medan magnet yang dilingkupi (dikurung) oleh kumparan pada saat tertentu mempunyai harga maksimum yaitu pada saat garis gaya magnet tegak lurus dengan penghantar. pada saat tertentu fluks magnet / garis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=13&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Adalah alat yang digerakkan secara mekanik, diubah menjadi tenaga listrik.</p>
<p><strong>Hukum Faraday</strong></p>
<p><strong></strong>Jika sebatang penghantar digerak-gerakkan di dalam medan magnet maka pada penghantar tersebut akan timbul GGL induksi.</p>
<p>Medan magnet yang dilingkupi (dikurung) oleh kumparan pada saat tertentu mempunyai harga maksimum yaitu pada saat garis gaya magnet tegak lurus dengan penghantar. pada saat tertentu fluks magnet / garis gaya magnet yag dilingkupi oleh penghatar mempunyai harga maksimum.</p>
<p>Φ = Φmaks</p>
<p>cos wt dan GGL induksi sesaat yang dibangkitkan besarnya adalah</p>
<p>e = -dΦ/dt<br />
e = -d(Φmaks cos wt)/dt<br />
e = -Φmaks w (-sin wt)<br />
e = w Φmaks sin wt</p>
<p>Besarnya GGL induksi yang terbentuk pada kumparan tergantung pada<br />
1. jumlah putaran<br />
2. fluks magnet<br />
3. jumlah kawat kumparan</p>
<p>Generator mempunyai 2 bagian utama, yaitu:<br />
1. stator (bagian yang diam)<br />
2. rotor (bagian yang bergerak)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurhadiarfan.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurhadiarfan.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurhadiarfan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurhadiarfan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurhadiarfan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurhadiarfan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurhadiarfan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurhadiarfan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurhadiarfan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurhadiarfan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurhadiarfan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurhadiarfan.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=13&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/09/generator-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b77c97f034759bb223aecb4fdd528e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arfan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Boiler</title>
		<link>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/09/boiler/</link>
		<comments>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/09/boiler/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 10:12:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurhadiarfan.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Pesawat atau ketel uap dipergunakan untuk memroduksi air menjadi uap dan disalurkan melalui instalasi penyalur uap atau lainnya ke mesin-mesin produksi. untuk kelengkapan suatu pesawat uap atau ketel uap, yang terpenting adalah alat pembakar / pengapian (brander), selain alat perlengkapan yang ditentukan menurut peraturan perundangan yang berlaku (merupakan pengaman). Hasil produk uap yang dihasilkan oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=12&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pesawat atau ketel uap dipergunakan untuk memroduksi air menjadi uap dan disalurkan melalui instalasi penyalur uap atau lainnya ke mesin-mesin produksi. untuk kelengkapan suatu pesawat uap atau ketel uap, yang terpenting adalah alat pembakar / pengapian (brander), selain alat perlengkapan yang ditentukan menurut peraturan perundangan yang berlaku (merupakan pengaman). Hasil produk uap yang dihasilkan oleh ketel uap merupakan tenaga penggerak untuk menggerakkan turbin dalam rangka mendapatkan tegangan listrik melalui generator / dinamo dan juga dapat menggerakkan alat-alat mekanik seperti lokomotif serta mesin-mesin lainnya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurhadiarfan.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurhadiarfan.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurhadiarfan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurhadiarfan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurhadiarfan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurhadiarfan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurhadiarfan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurhadiarfan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurhadiarfan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurhadiarfan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurhadiarfan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurhadiarfan.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=12&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/09/boiler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b77c97f034759bb223aecb4fdd528e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arfan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dioda</title>
		<link>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/06/dioda/</link>
		<comments>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/06/dioda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 10:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurhadiarfan.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Dioda adalah sambungan bahan p-n yang berfungsi terutama sebagai penyearah. Bahan tipe-p menjadi sisi anode sedangkan bahan tipe-n menjadi katode. Bergantung pada polaritas tegangan yang diberikan kepadanya, diode bisa berlaku sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anode mendapatkan tegangan positif sedangkan katodenya mendapatkan tegangan negatif) dan berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian anode mendapatkan tegangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=6&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dioda adalah sambungan bahan p-n yang berfungsi terutama sebagai penyearah. Bahan tipe-p menjadi sisi anode sedangkan bahan tipe-n menjadi katode. Bergantung pada polaritas tegangan yang diberikan kepadanya, diode bisa berlaku sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anode mendapatkan tegangan positif sedangkan katodenya mendapatkan tegangan negatif) dan berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian anode mendapatkan tegangan negatif sedangkan katode mendapatkan tegangan positif). Kondisi tersebut terjadi hanya pada diode ideal-konseptual. Pada diode faktual (riil), perlu tegangan lebih besar dari 0,7V (untuk diode yang terbuat dari bahan silikon) pada anode terhadap katode agar diode dapat menghantarkan arus listrik. Tegangan sebesar 0,7V ini disebut sebagai tegangan halang (barrier voltage). Diode yang terbuat dari bahan Germanium memiliki tegangan halang kira-kira 0,3V.</p>
<p>* dioda pemancar cahaya atau LED adalah dioda yang memancarkan cahaya bila dipanjar maju. LED dibuat dari semikonduktor campuran seperti Galium arsenida fosfida (GaAsP), Galium fosfida (GaP), Galium indium fosfida (GaInP), Galium aluminium arsenida (GaAlAs) dsb.<br />
* dioda foto (fotovoltaic) digunakan untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik searah<br />
* dioda laser digunakan untuk membangkitkan sinar laser taraf rendah, cara kerjanya mirip LED<br />
* dioda Zener digunakan untuk regulasi tegangan</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurhadiarfan.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurhadiarfan.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurhadiarfan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurhadiarfan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurhadiarfan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurhadiarfan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurhadiarfan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurhadiarfan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurhadiarfan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurhadiarfan.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurhadiarfan.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurhadiarfan.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=6&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/06/dioda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b77c97f034759bb223aecb4fdd528e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arfan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Handphone Sebagai Pemancar Radio</title>
		<link>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/06/handphone-sebagai-pemancar-radio/</link>
		<comments>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/06/handphone-sebagai-pemancar-radio/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 10:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurhadiarfan.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi selalu bertambah maju, tul gak..? Pengguna IPOD sudah bisa memancarkan radio hanya dengan memasang Radio Transmitter di buntut IPOD. Bagaimana dengan menggunakan HP?
Kabar terbaru datang dari Nokia. Kabarnya mereka memasarkan HP yang didalamnya sudah ada transmitter radionya. Cara kerja HP yang dilabeli Nokia N78 ini pun gak jauh beda dengan menggunakan IPOD. Kita tinggal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=5&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Teknologi selalu bertambah maju, tul gak..? Pengguna IPOD sudah bisa memancarkan radio hanya dengan memasang Radio Transmitter di buntut IPOD. Bagaimana dengan menggunakan HP?</p>
<p>Kabar terbaru datang dari Nokia. Kabarnya mereka memasarkan HP yang didalamnya sudah ada transmitter radionya. Cara kerja HP yang dilabeli Nokia N78 ini pun gak jauh beda dengan menggunakan IPOD. Kita tinggal nyari frekwensi radio FM yang kosong, pasang musiknya via HP dan dalam jarak tertentu orang lain akan bisa mendengarkan diradio mereka pada frekwensi yang sama. Memang bisa memakai frekwensi yang sudah terpakai oleh radio-Radio lain, Cuma orang akan bingung mendengarkan radionya karena akan terjadi tarik menarik frekwensi antara kita dan gelombang yang sudah ada.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurhadiarfan.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurhadiarfan.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurhadiarfan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurhadiarfan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurhadiarfan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurhadiarfan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurhadiarfan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurhadiarfan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurhadiarfan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurhadiarfan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurhadiarfan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurhadiarfan.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=5&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/06/handphone-sebagai-pemancar-radio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b77c97f034759bb223aecb4fdd528e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arfan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IC</title>
		<link>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/06/ic/</link>
		<comments>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/06/ic/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 09:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurhadiarfan.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Sirkuit terpadu (bahasa Inggris: integrated circuit atau IC) adalah komponen dasar yang terdiri dari resistor, transistor dan lain-lain. IC adalah komponen yang dipakai sebagai otak peralatan elektronika.
Pada komputer, IC yang dipakai adalah mikroprosesor. Dalam sebuah mikroprosesor Intel Pentium 4 dengan ferkuensi 1,8 trilyun getaran per detik terdapat 16 juta transistor, belum termasuk komponen lain. Fabrikasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=4&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sirkuit terpadu (bahasa Inggris: integrated circuit atau IC) adalah komponen dasar yang terdiri dari resistor, transistor dan lain-lain. IC adalah komponen yang dipakai sebagai otak peralatan elektronika.</p>
<p>Pada komputer, IC yang dipakai adalah mikroprosesor. Dalam sebuah mikroprosesor Intel Pentium 4 dengan ferkuensi 1,8 trilyun getaran per detik terdapat 16 juta transistor, belum termasuk komponen lain. Fabrikasi yang dipakai oleh mikroprosesor adalah 60nm.</p>
<p>Sirkuit terpadu dimungkinkan oleh teknologi pertengahan abad ke-20 dalam fabrikasi alat semikonduktor dan penemuan eksperimen yang menunjukkan bahwa alat semikonduktor dapat melakukan fungsi yang dilakukan oleh tabung vakum. Pengintegrasian transistor kecil yang banyak jumlahnya ke dalam sebuah chip yang kecil merupakan peningkatan yang sangat besar bagi perakitan tube-vakum sebesar-jari. Ukuran IC yang kecil, terpercaya, kecepatan &#8220;switch&#8221;, konsumsi listrik rendah, produksi massal, dan kemudahan dalam menambahkan jumlahnya dengan cepat menyingkirkan tube vakum.</p>
<p>Hanya setengah abad setelah penemuannya, IC telah digunakan dimana-mana. Komputer, telepon selular, dan peralatan digital lainnya yang merupakan bagian penting dari masyarakat modern. Contohnya, sistem transportasi, internet, dll tergantung dari keberadaan alat ini. Banyak skolar percaya bahwa revolusi digital yang dibawa oleh sirkuit terpadu merupakan salah satu kejadian penting dalam sejarah umat manusia.</p>
<p>IC mempunyai ukuran seukuran tutup pena sampai ukuran ibu jari dan dapat diisi sampai 250 kali dan digunakan pada alat elektronika seperti:</p>
<p>* Telepon<br />
* Kalkulator<br />
* Handphone<br />
* Radio</p>
<p>Contoh-contoh IC</p>
<p>* 555 multivibrator<br />
* IC seri 7400<br />
* Intel 4004<br />
* Intel seri x86</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurhadiarfan.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurhadiarfan.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurhadiarfan.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurhadiarfan.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurhadiarfan.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurhadiarfan.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurhadiarfan.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurhadiarfan.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurhadiarfan.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurhadiarfan.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurhadiarfan.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurhadiarfan.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=4&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/06/ic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b77c97f034759bb223aecb4fdd528e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arfan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Elektronika</title>
		<link>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/06/elektronika/</link>
		<comments>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/06/elektronika/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 09:50:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurhadiarfan.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik elektro, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=3&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik elektro, teknik komputer, dan ilmu/ teknik elektronika dan instrumentasi.</p>
<p>Alat-alat yang menggunakan dasar kerja elektronika ini biasanya disebut sebagai peralatan elektronik (electronic devices). Contoh peralatan/ piranti elektronik ini: Tabung Sinar Katoda (Cathode Ray Tube, CRT), radio, TV, perekam kaset, perekam kaset video (VCR), perekam VCD, perekam DVD, kamera video, kamera digital, komputer pribadi desk-top, komputer Laptop, PDA (komputer saku), robot, smart card, dll.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurhadiarfan.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurhadiarfan.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurhadiarfan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurhadiarfan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurhadiarfan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurhadiarfan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurhadiarfan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurhadiarfan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurhadiarfan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurhadiarfan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurhadiarfan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurhadiarfan.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=3&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/06/elektronika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b77c97f034759bb223aecb4fdd528e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arfan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catu Daya</title>
		<link>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/05/catu-daya/</link>
		<comments>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/05/catu-daya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 10:41:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurhadiarfan.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[
1. Prinsip Kerja Catu Daya Linear
Perangkat elektronika mestinya dicatu oleh suplai arus searah DC (direct current) yang stabil agar dapat bekerja dengan baik. Baterai atau accu adalah sumber catu daya DC yang paling baik. Namun untuk aplikasi yang membutuhkan catu daya lebih besar, sumber dari baterai tidak cukup. Sumber catu daya yang besar adalah sumber [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=9&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a title="Power Supply (Catu Daya)" href="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/power-supply.jpg"><img src="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/power-supply.jpg" alt="Power Supply (Catu Daya)" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;" align="left"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Verdana;color:red;"><span>1.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Verdana;color:red;">P</span></strong><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Verdana;color:red;">rinsip </span></strong><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Verdana;color:red;">K</span></strong><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Verdana;color:red;">erja </span></strong><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Verdana;color:red;">C</span></strong><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Verdana;color:red;">atu </span></strong><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Verdana;color:red;">D</span></strong><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Verdana;color:red;">aya </span></strong><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Verdana;color:red;">L</span></strong><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Verdana;color:red;">inear</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">Perangkat elektronika mestinya dicatu oleh suplai arus searah DC (<em>direct current</em>) yang stabil agar dapat bekerja dengan baik. Baterai atau accu adalah sumber catu daya DC yang paling baik. Namun untuk aplikasi yang membutuhkan catu daya lebih besar, sumber dari baterai tidak cukup. Sumber catu daya yang besar adalah sumber bolak-balik AC (<em>alternating current</em>) dari pembangkit tenaga listrik. Untuk itu diperlukan suatu perangkat catu daya yang dapat mengubah arus AC menjadi DC. Pada tulisan kali ini disajikan prinsip rangkaian catu daya (<em>power supply</em>) linier mulai dari rangkaian penyearah yang paling sederhana sampai pada catu daya yang ter-regulasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;" align="left"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:Verdana;color:red;"><span>2.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;line-height:normal;font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-family:Verdana;color:red;">PENYEARAH (RECTIFIER)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">Prinsip penyearah (<em>rectifier</em>) yang paling sederhana ditunjukkan pada gambar-1 berikut ini. Transformator (T1) diperlukan untuk menurunkan tegangan AC dari jala-jala listrik pada kumparan primernya menjadi tegangan AC yang lebih kecil pada kumparan sekundernya.</span></p>
<p style="text-align:center;" align="left"><a title="Rangkaian Penyearah" href="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/penyearah.jpg"><img src="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/penyearah.jpg" alt="Rangkaian Penyearah" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">Pada rangkaian ini, dioda (D1) berperan hanya untuk merubah dari arus AC menjadi DC dan meneruskan tegangan positif ke beban R1. Ini yang disebut dengan penyearah setengah gelombang (half wave). Untuk mendapatkan penyearah gelombang penuh (<em>full wave</em>) diperlukan transformator dengan <em>center tap</em> (CT) seperti pada gambar-2.</span></p>
<p style="text-align:center;" align="left"><a title="Gelombang Penuh" href="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/full-wave.jpg"><img src="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/full-wave.jpg" alt="Gelombang Penuh" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">Tegangan positif phasa yang pertama diteruskan oleh D1 sedangkan phasa yang berikutnya dilewatkan melalui D2 ke beban R1 dengan CT transformator sebagai <em>common ground</em>.. Dengan demikian beban R1 mendapat suplai tegangan gelombang penuh seperti gambar di atas. Untuk beberapa aplikasi seperti misalnya untuk men-catu motor dc yang kecil atau lampu pijar dc, bentuk tegangan seperti ini sudah cukup memadai. Walaupun terlihat di sini tegangan <em>ripple</em> dari kedua rangkaian di atas masih sangat besar.</span></p>
<p style="text-align:center;" align="left"><a title="Gelombang Setengah dengan Filter C" href="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/half-wave2.jpg"><img src="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/half-wave2.jpg" alt="Gelombang Setengah dengan Filter C" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">Gambar 3 adalah rangkaian penyearah setengah gelombang dengan filter kapasitor C yang paralel terhadap beban R. Ternyata dengan filter ini bentuk gelombang tegangan keluarnya bisa menjadi rata. Gambar-4 menunjukkan bentuk keluaran tegangan DC dari rangkaian penyearah setengah gelombang dengan filter kapasitor. Garis b-c kira-kira adalah garis lurus dengan kemiringan tertentu, dimana pada keadaan ini arus untuk beban R1 dicatu oleh tegangan kapasitor. Sebenarnya garis b-c bukanlah garis lurus tetapi eksponensial sesuai dengan sifat pengosongan kapasitor.</span></p>
<p style="text-align:center;"><a title="Bentuk Gelombang" href="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/bentuk-gelombang.jpg"><img src="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/bentuk-gelombang.jpg" alt="Bentuk Gelombang" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">Kemiringan kurva b-c tergantung dari besar arus (I) yang mengalir ke beban R. Jika arus I = 0 (tidak ada beban) maka kurva b-c akan membentuk garis horizontal. Namun jika beban arus semakin besar, kemiringan kurva b-c akan semakin tajam. Tegangan yang keluar akan berbentuk gigi gergaji dengan tegangan <em>ripple</em> yang besarnya adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">V<sub>r</sub> = V<sub>M </sub>-V<sub>L</sub></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">dan tegangan dc ke beban adalah  V<sub>dc</sub> = V<sub>M</sub> + V<sub>r</sub>/2<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">Rangkaian penyearah yang baik adalah rangkaian yang memiliki tegangan <em>ripple</em> (Vr) paling kecil. V<sub>L</sub> adalah tegangan <em>discharge</em> atau pengosongan kapasitor C, sehingga dapat ditulis :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">V<sub>L</sub> = V<sub>M</sub> e <sup>-T/RC </sup><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">Jika persamaan (3) disubsitusi ke rumus (1), maka diperole </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">V<sub>r</sub> = V<sub>M</sub> (1 &#8211; e <sup>-T/RC</sup>)<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">Jika T &lt;&lt;&gt;-T/RC  1 &#8211; T/RC<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">sehingga jika ini disubsitusi ke rumus (4) dapat diperoleh persamaan yang lebih sederhana :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">V<sub>r</sub> = V<sub>M</sub>(T/RC)<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">V<sub>M</sub>/R tidak lain adalah beban I, sehingga dengan ini terlihat hubungan antara beban arus I dan nilai kapasitor C terhadap tegangan <em>ripple</em> V<sub>r</sub>. Perhitungan ini efektif untuk mendapatkan nilai tegangan ripple yang diinginkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">V<sub>r</sub> = I T/C<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">Rumus ini mengatakan, jika arus beban I semakin besar, maka tegangan <em>ripple</em> akan semakin besar. Sebaliknya jika kapasitansi C semakin besar, tegangan <em>ripple</em> akan semakin kecil. Untuk penyederhanaan biasanya dianggap T=Tp, yaitu periode satu gelombang sinus dari jala-jala listrik yang frekuensinya 50Hz atau 60Hz. Jika frekuensi jala-jala listrik 50Hz, maka T = Tp = 1/f = 1/50 = 0.02 det. Ini berlaku untuk penyearah setengah gelombang. Untuk penyearah gelombang penuh, tentu saja frekuensi gelombangnya dua kali lipat, sehingga T = 1/2 Tp = 0.01 det.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">Penyearah gelombang penuh dengan filter C dapat dibuat dengan menambahkan kapasitor pada rangkaian gambar 2. Bisa juga dengan menggunakan transformator yang tanpa CT, tetapi dengan merangkai 4 dioda seperti pada gambar-5 berikut ini.</span></p>
<p style="text-align:center;" align="left"><a title="Gelombang Penuh dengan Filter C" href="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/gelombang-penuh-dengan-filter-c.jpg"><img src="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/gelombang-penuh-dengan-filter-c.jpg" alt="Gelombang Penuh dengan Filter C" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">Sebagai contoh, anda mendisain rangkaian penyearah gelombang penuh dari catu jala-jala listrik 220V/50Hz untuk mensuplai beban sebesar 0.5 A. Berapa nilai kapasitor yang diperlukan sehingga rangkaian ini memiliki tegangan <em>ripple</em> yang tidak lebih dari 0.75 Vpp. Jika rumus (7) dibolak-balik maka diperoleh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">C = I.T/V<sub>r</sub> = (0.5) (0.01)/0.75 = 6600 uF</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">Untuk kapasitor yang sebesar ini banyak tersedia tipe elco yang memiliki polaritas dan tegangan kerja maksimum tertentu. Tegangan kerja kapasitor yang digunakan harus lebih besar dari tegangan keluaran catu daya. Anda barangkali sekarang paham mengapa rangkaian audio yang anda buat mendengung, coba periksa kembali rangkaian penyearah catu daya yang anda buat, apakah tegangan <em>ripple</em> ini cukup mengganggu. Jika dipasaran tidak tersedia kapasitor yang demikian besar, tentu bisa dengan memparalel dua atau tiga buah kapasitor.</span><strong></strong></p>
<p align="left"><strong><span style="text-transform:uppercase;font-family:Verdana;color:red;">3.<span> </span><a href="http://elektronika-elektronika.blogspot.com/2007/05/voltage-regulator.html"><span style="text-decoration:none;color:red;">Voltage Regulator</span></a></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">Rangkaian penyearah sudah cukup bagus jika tegangan <em>ripple</em>-nya kecil, namun ada masalah stabilitas. Jika tegangan PLN naik/turun, maka tegangan outputnya juga akan naik/turun. Seperti rangkaian penyearah di atas, jika arus semakin besar ternyata tegangan dc keluarnya juga ikut turun. Untuk beberapa aplikasi perubahan tegangan ini cukup mengganggu, sehingga diperlukan komponen aktif yang dapat meregulasi tegangan keluaran ini menjadi stabil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">Regulator Voltage berfungsi sebagai filter tegangan agar sesuai dengan keinginan. Oleh karena itu biasanya dalam rangkaian power supply maka IC Regulator tegangan ini selalu dipakai untuk stabilnya outputan tegangan.</span></p>
<p align="left">
<p align="left">
<p align="left">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">Berikut susunan kaki IC regulator tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="left">
<p style="text-align:center;"><a title="IC Regulator" href="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/ic-regulator.jpg"><img src="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/ic-regulator.jpg" alt="IC Regulator" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">Misalnya 7805 adalah regulator untuk mendapat tegangan +5 volt, 7812 regulator tegangan +12 volt dan seterusnya. Sedangkan seri 79XX misalnya adalah 7905 dan 7912 yang berturut-turut adalah regulator tegangan -5 dan -12 volt.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">Selain dari regulator tegangan tetap ada juga IC regulator yang tegangannya dapat diatur. Prinsipnya sama dengan regulator OP-amp yang dikemas dalam satu IC misalnya LM317 untuk regulator variable positif dan LM337 untuk regulator variable negatif. Bedanya resistor R1 dan R2 ada di luar IC, sehingga tegangan keluaran dapat diatur melalui resistor eksternal tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">Rangkaian regulator yang paling sederhana ditunjukkan pada gambar 6. Pada rangkaian ini, zener bekerja pada daerah <em>breakdown</em>, sehingga menghasilkan tegangan output yang sama dengan tegangan zener atau Vout = Vz. Namun rangkaian ini hanya bermanfaat jika arus beban tidak lebih dari 50mA.</span></p>
<p style="text-align:center;" align="left"><a title="Regulator Zener" href="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/regulator-zener.jpg"><img src="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/regulator-zener.jpg" alt="Regulator Zener" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">Prinsip rangkaian catu daya yang seperti ini disebut <em>shunt regulator</em>, salah satu ciri khasnya adalah komponen regulator yang paralel dengan beban. Ciri lain dari shunt regulator adalah, rentan terhadap <em>short-circuit</em>. Perhatikan jika Vout terhubung singkat (<em>short-circuit</em>) maka arusnya tetap I = Vin/R1. Disamping <em>regulator shunt</em>, ada juga yang  disebut dengan <em>regulator seri</em>. Prinsip utama regulator seri seperti rangkaian pada gambar 7 berikut ini. Pada rangkaian ini tegangan keluarannya adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">V<sub>out</sub> = V<sub>Z</sub> + V<sub>BE </sub></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">V<sub>BE</sub> adalah tegangan <em>base-emitor</em> dari transistor Q1 yang besarnya antara 0.2 &#8211; 0.7 volt tergantung dari jenis transistor yang digunakan. Dengan mengabaikan arus I<sub>B</sub> yang mengalir pada base transistor, dapat dihitung besar tahanan R2 yang diperlukan adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">R2 = (V<sub>in</sub> &#8211; V<sub>z</sub>)/I<sub>z</sub></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">I<sub>z</sub> adalah arus minimum yang diperlukan oleh dioda zener untuk mencapai tegangan <em>breakdown</em> zener tersebut. Besar arus ini dapat diketahui dari <em>datasheet </em>yang besarnya lebih kurang 20 mA.</span></p>
<p style="text-align:center;" align="left"><a title="Regulator Zener Follower" href="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/regulator-zener-follower.jpg"><img src="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/regulator-zener-follower.jpg" alt="Regulator Zener Follower" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">Jika diperlukan catu arus yang lebih besar, tentu perhitungan arus base I<sub>B</sub> pada rangkaian di atas tidak bisa diabaikan lagi. Dimana seperti yang diketahui, besar arus IC akan berbanding lurus terhadap arus IB atau dirumuskan dengan I<sub>C</sub> = </span><span style="font-family:Symbol;">b</span><span style="font-family:Verdana;">I<sub>B</sub>. Untuk keperluan itu, transistor Q1 yang dipakai bisa diganti dengan transistor <em>Darlington</em> yang biasanya memiliki nilai </span><span style="font-family:Symbol;">b</span><span style="font-family:Verdana;"> yang cukup besar. Dengan transistor <em>Darlington</em>, arus base yang kecil bisa menghasilkan arus IC yang lebih besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">Teknik regulasi yang lebih baik lagi adalah dengan menggunakan Op-Amp untuk men-drive transistor Q, seperti pada rangkaian gambar 8. Dioda zener disini tidak langsung memberi umpan ke transistor Q, melainkan sebagai tegangan referensi bagi Op-Amp IC1. Umpan balik pada pin negatif Op-amp adalah cuplikan dari tegangan keluar regulator, yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">V<sub>in(-)</sub> = (R2/(R1+R2)) V<sub>out </sub></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">Jika tegangan keluar V<sub>out</sub> menaik, maka tegangan V<sub>in(-)</sub> juga akan menaik sampai tegangan ini sama dengan  tegangan referensi Vz. Demikian sebaliknya jika tegangan keluar V<sub>out</sub> menurun, misalnya karena suplai arus ke beban meningkat, Op-amp akan menjaga kestabilan di titik referensi V<sub>z</sub> dengan memberi arus IB ke transistor Q1. Sehingga pada setiap saat Op-amp menjaga kestabilan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">V<sub>in(-)</sub> = V<sub>z</sub></span></p>
<p style="text-align:center;" align="left"><a title="Regulator dengan OPM" href="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/regulator-dengan-opm.jpg"><img src="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/regulator-dengan-opm.jpg" alt="Regulator dengan OPM" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">Dengan mengabaikan tegangan V<sub>BE</sub> transistor Q1 dan mensubsitusi rumus (11) ke dalam rumus (10) maka diperoleh hubungan matematis :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Verdana;">V<sub>out </sub>= ( (R1+R2)/R2) V<sub>z</sub></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">Pada rangkaian ini tegangan output dapat diatur dengan mengatur besar R1 dan R2.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">Sekarang mestinya tidak perlu susah payah lagi mencari op-amp, transistor dan komponen lainnya untuk merealisasikan rangkaian regulator seperti di atas. Karena rangkaian semacam ini sudah dikemas menjadi satu IC regulator tegangan tetap. Saat ini sudah banyak dikenal komponen seri 78XX sebagai regulator tegangan tetap positif dan seri 79XX yang merupakan regulator untuk tegangan tetap negatif. Bahkan komponen ini biasanya sudah dilengkapi dengan pembatas arus (<em>current limiter</em>) dan juga pembatas suhu (<em>thermal shutdown</em>). Komponen ini hanya tiga pin dan dengan menambah beberapa komponen saja sudah dapat menjadi rangkaian catu daya yang ter-regulasi dengan baik.</span></p>
<p style="text-align:center;" align="left"><a title="Regulator dengan IC" href="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/regulator-dengan-ic.jpg"><img src="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/regulator-dengan-ic.jpg" alt="Regulator dengan IC" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana;">Hanya saja perlu diketahui supaya rangkaian regulator dengan IC tersebut bisa bekerja, tegangan input harus lebih besar dari tegangan output regulatornya. Biasanya perbedaan tegangan V<sub>in</sub> terhadap V<sub>out</sub> yang direkomendasikan ada di dalam datasheet komponen tersebut. Pemakaian <em>heatshink</em> (aluminium pendingin) dianjurkan jika komponen ini dipakai untuk men-catu arus yang besar. Di dalam datasheet, komponen seperti ini maksimum bisa dilewati arus mencapai 1 A.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurhadiarfan.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurhadiarfan.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurhadiarfan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurhadiarfan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurhadiarfan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurhadiarfan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurhadiarfan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurhadiarfan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurhadiarfan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurhadiarfan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurhadiarfan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurhadiarfan.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=9&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/05/catu-daya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b77c97f034759bb223aecb4fdd528e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arfan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/power-supply.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Power Supply (Catu Daya)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/penyearah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rangkaian Penyearah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/full-wave.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gelombang Penuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/half-wave2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gelombang Setengah dengan Filter C</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/bentuk-gelombang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bentuk Gelombang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/gelombang-penuh-dengan-filter-c.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gelombang Penuh dengan Filter C</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/ic-regulator.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IC Regulator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/regulator-zener.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Regulator Zener</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/regulator-zener-follower.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Regulator Zener Follower</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/regulator-dengan-opm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Regulator dengan OPM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cnt121.files.wordpress.com/2007/11/regulator-dengan-ic.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Regulator dengan IC</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapasitor</title>
		<link>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/05/kapasitor/</link>
		<comments>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/05/kapasitor/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 10:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurhadiarfan.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=7&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="head3">K</span><span class="text8">apasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini &#8220;tersimpan&#8221; selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan. </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="center"><span class="text8"> <img src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/basiccap.gif" border="0" alt="" /> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="center"><span class="text8">prinsip        dasar kapasitor</span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p style="font-family:verdana;"><span class="text8"><strong>Kapasitansi</strong></span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 10<sup>18</sup> elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :</span></p>
<p class="text8" style="text-align:center;font-family:verdana;" align="center"><strong>Q        = CV …………….(1) </strong></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-family:verdana;"><span style="font-size:85%;">Q        = muatan elektron dalam C (coulombs)</span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-family:verdana;"><span style="font-size:85%;"> C = nilai kapasitansi dalam        F (farads)</span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-family:verdana;"><span style="font-size:85%;"> V = besar tegangan dalam         V                (volt)</span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumusan dapat ditulis sebagai berikut : </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="text-align:center;font-family:verdana;" align="center"><span class="text8"><strong>C        = (8.85 x 10<sup>-12</sup>) (k A/t) &#8230;(2) </strong> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="text-align:center;font-family:verdana;" align="center"><span class="text8"> </span> <span class="text8"> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Berikut        adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang        disederhanakan.</span></p>
<div class="text8" style="font-family:verdana;">
<table border="1" width="300">
<tbody>
<tr>
<td style="color:#f8d5a0;" width="50%"><span style="font-size:100%;">Udara vakum</span></td>
<td style="color:#f8d5a0;" width="50%"><span style="font-size:100%;">k = 1</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="color:#f8d5a0;" width="50%"><span style="font-size:100%;">Aluminium oksida</span></td>
<td style="color:#f8d5a0;" width="50%"><span style="font-size:100%;">k = 8</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="color:#f8d5a0;" width="50%"><span style="font-size:100%;">Keramik</span></td>
<td style="color:#f8d5a0;" width="50%"><span style="font-size:100%;">k = 100 &#8211; 1000</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="color:#f8d5a0;" width="50%"><span style="font-size:100%;">Gelas</span></td>
<td style="color:#f8d5a0;" width="50%"><span style="font-size:100%;">k = 8</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="color:#f8d5a0;" width="50%"><span style="font-size:100%;">Polyethylene</span></td>
<td style="color:#f8d5a0;" width="50%"><span style="font-size:100%;">k = 3</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Untuk rangkain elektronik praktis, satuan farads adalah sangat besar sekali. Umumnya kapasitor yang ada di pasar memiliki satuan <strong> uF (10<sup>-6</sup> F)</strong>, <strong> nF (10<sup>-9</sup> F)</strong> dan <strong> pF (10<sup>-12</sup> F)</strong>. Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor. Misalnya 0.047uF dapat juga dibaca sebagai 47nF, atau contoh lain 0.1nF sama dengan 100pF. </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p style="font-family:verdana;"><span class="text8"> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p style="font-family:verdana;"><span class="text8"> <strong>Tipe        Kapasitor</strong></span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Kapasitor terdiri dari beberapa tipe, tergantung dari bahan dielektriknya. Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kapasitor electrostatic, electrolytic dan electrochemical. </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Kapasitor Electrostatic </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik, film dan mika. Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa uF, yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Termasuk kelompok bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti polyester (polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar), polystyrene, polyprophylene, polycarbonate, metalized paper dan lainnya. </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8"> Mylar, MKM, MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan bahan-bahan dielektrik film. Umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar.</span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8"><strong>Kapasitor        Electrolytic </strong> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan &#8211; di badannya. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas, adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutup positif anoda dan kutup negatif katoda. </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum, aluminium, magnesium, titanium, niobium, zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal-oksida (oxide film). Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui<span> proses elektrolisa, seperti pada proses penyepuhan emas. Elektroda metal yang dicelup kedalam larutan electrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidai permukaan plat metal. Contohnya, jika digunakan Aluminium, maka akan terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>) pada permukaannya. </span></span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p style="font-family:verdana;"><span class="text8"> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="center"><span class="text8"><img src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/elco.gif" border="0" alt="" /></span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="center"><span class="text8">Kapasitor Elco</span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p style="font-family:verdana;"><span class="text8"> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda), lapisan-metal-oksida dan electrolyte(katoda) membentuk kapasitor. Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik. Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis, sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar. </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Karena alasan ekonomis dan praktis, umumnya bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. Bahan yang paling banyak dan murah adalah Aluminium. Untuk mendapatkan permukaan yang luas, bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar. Sebagai contoh 100uF, 470uF, 4700uF dan lain-lain, yang sering juga disebut kapasitor <em>elco</em>. </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8"> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Bahan electrolyte pada kapasitor Tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. Disebut electrolyte padat, tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya, melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida. Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. Selain itu karena seluruhnya padat, maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama. Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal. </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p style="font-family:verdana;"><span class="text8"> </span> <span class="text8"> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8"><strong>Kapasitor        Electrochemical</strong></span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"><strong> </strong> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. Termasuk kapasitor jenis ini adalah batere dan accu. Pada kenyataanya batere dan accu adalah kapasitor yang sangat baik, karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan, misalnya untuk applikasi mobil elektrik dan telepon selular. </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-family:verdana;"><span class="text8"> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8"><strong>Membaca Kapasitansi</strong></span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Pada kapasitor yang berukuran besar, nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 22uF/25v. </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8"> Kapasitor yang ukuran fisiknya mungil dan kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Jika hanya ada dua angka satuannya adalah <em> pF (pico farads)</em>. <span>Sebagai contoh, kapasitor yang bertuliskan dua angka 47, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF. </span></span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Jika ada 3 digit, angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal, sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya, berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000 dan seterusnya. Misalnya pada kapasitor keramik tertulis 104, maka kapasitansinya adalah 10 x 10.000 = 100.000pF atau = 100nF. Contoh lain misalnya tertulis 222, artinya kapasitansi kapasitor tersebut adalah 22 x 100 = 2200 pF = 2.2 nF. </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Selain dari kapasitansi ada beberapa karakteristik penting lainnya yang perlu diperhatikan. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat didalam <em>datasheet</em>.        Berikut ini adalah beberapa spesifikasi penting tersebut. </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8"> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8"><strong>Tegangan        Kerja (<em>working voltage</em>) </strong> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Para elektro- mania barangkali pernah mengalami kapasitor yang meledak karena kelebihan tegangan. Misalnya kapasitor 10uF 25V, maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC. </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8"> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8"><strong>Temperatur        Kerja </strong> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Kapasitor masih memenuhi spesifikasinya jika bekerja pada suhu yang sesuai. Pabrikan pembuat kapasitor umumnya membuat kapasitor yang mengacu pada standar popular. Ada 4 standar popular yang biasanya tertera di badan kapasitor seperti C0G (<em>ultra stable</em>), X7R (<em>stable</em>) serta        Z5U dan Y5V (<em>general purpose</em>).  Secara        lengkap kode-kode tersebut disajikan pada table berikut. </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="center"><strong><span style="font-size:85%;">Kode        karakteristik kapasitor kelas I </span><span style="font-size:100%;"> </span> </strong></p>
<div class="text8" style="font-family:verdana;">
<table border="0" width="300">
<tbody>
<tr>
<td style="color:#ccffcc;" colspan="2" width="32%">
<p class="text8" align="center"><strong><span style="font-size:78%;">Koefisien Suhu</span></strong></p>
</td>
<td style="color:#ccffcc;" colspan="2" width="34%">
<p class="text8" align="center"><strong><span style="font-size:78%;">Faktor Pengali Koefisien Suhu </span></strong></p>
</td>
<td style="color:#ccffcc;" colspan="2" width="34%">
<p class="text8" align="center"><strong><span style="font-size:78%;"> Toleransi Koefisien Suhu </span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" style="color:#c0c0c0;" width="16%" align="center"><strong><span style="font-size:78%;">Simbol </span></strong></td>
<td class="text8" style="color:#c0c0c0;" width="16%" align="center"><strong><span style="font-size:78%;">PPM              per C<sup>o </sup> </span> </strong></td>
<td class="text8" style="color:#c0c0c0;" width="17%" align="center"><strong><span style="font-size:78%;">Simbol </span> </strong></td>
<td class="text8" style="color:#c0c0c0;" width="17%" align="center"><strong><span style="font-size:78%;">Pengali </span> </strong></td>
<td class="text8" style="color:#c0c0c0;" width="17%" align="center"><strong><span style="font-size:78%;">Simbol </span> </strong></td>
<td class="text8" style="color:#c0c0c0;" width="17%" align="center"><strong><span style="font-size:78%;">PPM              per C<sup>o</sup> </span> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="16%" align="center"><span style="font-size:78%;">C </span></td>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="16%" align="center"><span style="font-size:78%;">0.0 </span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">0</span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">-1 </span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">G </span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">+/-30</span></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="16%" align="center"><span style="font-size:78%;">B</span></td>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="16%" align="center"><span style="font-size:78%;">0.3 </span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">1</span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">-10 </span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">H </span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">+/-60 </span></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="16%" align="center"><span style="font-size:78%;">A </span></td>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="16%" align="center"><span style="font-size:78%;">0.9 </span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">2</span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">-100 </span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">J</span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">+/-120</span></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="16%" align="center"><span style="font-size:78%;">M</span></td>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="16%" align="center"><span style="font-size:78%;">1.0 </span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">3</span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">-1000 </span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">K</span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">+/-250</span></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="16%" align="center"><span style="font-size:78%;">P</span></td>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="16%" align="center"><span style="font-size:78%;">1.5 </span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">4</span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">-10000 </span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">L</span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="17%" align="center"><span style="font-size:78%;">+/-500</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="center"><em>ppm        = part per million</em></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="center">
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="center"><strong><span style="font-size:85%;">Kode        karakteristik kapasitor kelas II dan III </span> </strong></p>
<div class="text8" style="font-family:verdana;">
<table style="height:434px;" border="0" width="300">
<tbody>
<tr>
<td style="color:#ccffcc;" colspan="2" width="170" height="28">
<p class="text8" style="margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:78%;"> suhu kerja                minimum</span></strong></p>
</td>
<td style="color:#ccffcc;" colspan="2" width="181" height="28">
<p class="text8" align="center"><strong><span style="font-size:78%;">suhu kerja                maksimum</span></strong></p>
</td>
<td style="color:#ccffcc;" colspan="2" width="196" height="28">
<p class="text8" align="center"><strong><span style="font-size:78%;">Toleransi Kapasitansi</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" style="color:#c0c0c0;" width="82" height="28" align="center"><strong><span style="font-size:78%;">Simbol </span> </strong></td>
<td class="text8" style="color:#c0c0c0;" width="82" height="28" align="center"><strong><span style="font-size:78%;">C<sup>o</sup> </span> </strong></td>
<td class="text8" style="color:#c0c0c0;" width="88" height="28" align="center" valign="middle"><strong><span style="font-size:78%;">Simbol </span> </strong></td>
<td class="text8" style="color:#c0c0c0;" width="87" height="28" align="center"><strong><span style="font-size:78%;">C<sup>o</sup></span> </strong></td>
<td class="text8" style="color:#c0c0c0;" width="87" height="28" align="center"><strong><span style="font-size:78%;">Simbol </span> </strong></td>
<td class="text8" style="color:#c0c0c0;" width="103" height="28" align="center"><strong><span style="font-size:78%;">Persen </span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="82" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">Z </span></td>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="82" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">+10 </span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="88" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">2 </span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="87" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">+45 </span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="87" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">A</span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="103" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">+/-              1.0% </span></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="82" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">Y </span></td>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="82" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">-30 </span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="88" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">4 </span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="87" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">+65 </span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="87" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">B</span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="103" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">+/-              1.5% </span></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="82" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">X </span></td>
<td class="text8" style="color:#99ccff;" width="82" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">-55 </span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="88" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">5 </span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="87" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">+85 </span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="87" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">C</span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="103" height="14" align="center"><span style="font-size:78%;">+/-              2.2% </span></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="88" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">6 </span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="87" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">+105 </span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="87" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">D</span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="103" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">+/-              3.3% </span></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="88" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">7</span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="87" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">+125 </span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="87" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">E</span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="103" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">+/-              4.7%</span></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="88" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">8 </span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="87" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">+150 </span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="87" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">F</span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="103" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">+/-              7.5%</span></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="88" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">9 </span></td>
<td class="text8" style="color:#ccffff;" width="87" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">+200 </span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="87" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">P</span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="103" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">+/-              10.0%</span></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="88" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="87" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="87" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">R</span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="103" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">+/-              15.0% </span></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="88" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="87" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="87" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">S</span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="103" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">+/-              22.0% </span></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="88" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="87" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="87" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">T</span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="103" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">+22%              / -33%</span></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="88" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="87" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="87" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">U</span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="103" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">+22%              / -56% </span></td>
</tr>
<tr>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="82" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="88" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" width="87" height="28" align="center"></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="87" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">V</span></td>
<td class="text8" style="color:#00ccff;" width="103" height="28" align="center"><span style="font-size:78%;">+22%              / -82%</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p style="font-family:verdana;">
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><strong>Toleransi </strong></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Seperti komponen lainnya, besar kapasitansi nominal ada toleransinya. Tabel diatas menyajikan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. Dengan table di atas pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. Misalnya jika tertulis 104 X7R, maka kapasitasinya adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. Sekaligus dikethaui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara -55C<sup>o</sup> sampai +125C<sup>o</sup> (lihat tabel kode karakteristik)</span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8"><strong>Insulation        Resistance (IR) </strong> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Walaupun bahan dielektrik merupakan bahan yang non-konduktor, namun tetap saja ada arus yang dapat melewatinya. Artinya, bahan dielektrik juga memiliki resistansi. walaupun nilainya sangat besar sekali. Phenomena ini dinamakan arus bocor DCL (DC Leakage Current) dan resistansi dielektrik ini dinamakan Insulation Resistance (IR). Untuk menjelaskan ini, berikut adalah model rangkaian kapasitor. </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p style="font-family:verdana;"><span class="text8"> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="center"><span class="text8"> <img src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/ESR.gif" border="0" alt="" width="270" height="103" /> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="center"><span class="text8"><em> model kapasitor</em> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-family:verdana;" align="center"><span class="text8"><em><strong><span style="font-size:85%;">C </span></strong><span style="font-size:85%;">= Capacitance </span> </em> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-family:verdana;" align="center"><span class="text8"><em><span style="font-size:85%;"> <strong> ESR</strong> = Equivalent Series Resistance </span> </em> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-family:verdana;" align="center"><span class="text8"><em><strong><span style="font-size:85%;">L</span></strong> <span style="font-size:85%;"> = Inductance </span> </em> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="margin-top:0;margin-bottom:0;font-family:verdana;" align="center"><span class="text8"><em> <span style="font-size:85%;"> <strong> IR</strong> = Insulation Resistance </span> </em> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="font-family:verdana;"><span class="text8"> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Jika tidak diberi beban, semestinya kapasitor dapat menyimpan muatan selama-lamanya. Namun dari model di atas, diketahui ada resitansi dielektrik IR(Insulation Resistance) yang paralel terhadap kapasitor. Insulation resistance (IR) ini sangat besar (<em>MOhm</em>). Konsekuensinya tentu saja arus bocor (DCL)        sangat kecil (<em>uA</em>). Untuk mendapatkan kapasitansi yang besar diperlukan permukaan elektroda yang luas, tetapi ini akan menyebabkan resistansi dielektrik makin kecil. Karena besar IR selalu berbanding terbalik dengan kapasitansi (C), karakteristik resistansi dielektrik ini biasa juga disajikan dengan besaran RC (IR x C) yang satuannya <em> ohm-farads</em> atau        <em>megaohm-micro farads</em>.</span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8"> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8"><strong><em>Dissipation        Factor</em> (DF)</strong> <strong>dan Impedansi (Z) </strong> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Dissipation        Factor adalah besar persentasi rugi-rugi (<em>losses</em>) kapasitansi jika kapasitor bekerja pada aplikasi frekuensi. Besaran ini menjadi faktor yang diperhitungkan misalnya pada aplikasi motor phasa, rangkaian <em>ballast</em>, <em> tuner</em> dan lain-lain. Dari model rangkaian kapasitor digambarkan adanya resistansi seri (ESR) dan induktansi (L). Pabrik pembuat biasanya meyertakan data DF dalam persen. Rugi-rugi (<em>losses</em>) itu didefenisikan sebagai ESR yang besarnya adalah persentasi        dari impedansi kapasitor X<sub>c</sub>. Secara matematis di tulis sebagai berikut : </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="center"><span class="text8"> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="center"><span class="text8"><img src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/ESRdelta.gif" border="0" alt="" width="254" height="452" /> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p style="font-family:verdana;"><span class="text8"> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="justify"><span class="text8">Dari        penjelasan di atas dapat dihitung besar total impedansi (Z total) kapasitor adalah : </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="text8" style="font-family:verdana;" align="center"><span class="text8"> <img src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/Ztotal.gif" border="0" alt="" width="215" height="296" /> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span></p>
<p style="font-family:verdana;"><span class="text8"> </span></p>
<p><span class="text8" style="font-family:verdana;"> </span><span class="text8">Karakteristik respons frekuensi sangat perlu diperhitungkan terutama jika kapasitor bekerja pada frekuensi tinggi. Untuk perhitungan- perhitungan respons frekuensi dikenal juga satuan faktor qualitas Q (<em>quality factor</em>) yang tak lain sama dengan 1/DF.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurhadiarfan.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurhadiarfan.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurhadiarfan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurhadiarfan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurhadiarfan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurhadiarfan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurhadiarfan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurhadiarfan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurhadiarfan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurhadiarfan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurhadiarfan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurhadiarfan.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=7&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/05/kapasitor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b77c97f034759bb223aecb4fdd528e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arfan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/basiccap.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/elco.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/ESR.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/ESRdelta.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/Ztotal.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PLC</title>
		<link>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/05/plc/</link>
		<comments>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/05/plc/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 10:07:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurhadiarfan.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Programmable Logic Controller (PLC) adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan relai yang dijumpai pada sistem kontrol proses konvensional. PLC bekerja dengan cara mengamati masukan melalui sensor-sensor terkait, kemudian melakukan proses dan melakukan tindakan sesuai yang dibutuhkan, berupa menghidupkan atau mematikan keluarannya. Pengguna membuat program yang kemudian harus dijalankan oleh PLC yang bersangkutan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=10&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:verdana;">Programmable Logic Controller (PLC) adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan relai yang dijumpai pada sistem kontrol proses konvensional. PLC bekerja dengan cara mengamati masukan melalui sensor-sensor terkait, kemudian melakukan proses dan melakukan tindakan sesuai yang dibutuhkan, berupa menghidupkan atau mematikan keluarannya. Pengguna membuat program yang kemudian harus dijalankan oleh PLC yang bersangkutan. Dengan kata lain, PLC menentukan aksi apa yang harus dilakukan pada instrumen keluaran berkaitan dengan status suatu ukuran atau besaran yang diamati. PLC banyak digunakan pada aplikasi-aplikasi industri, misalnya pada proses pengepakan, penanganan bahan, dan perakitan otomatis. Hampir semua aplikasi yang memerlukan kontrol listrik atau elektronik membutuhkan PLC.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurhadiarfan.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurhadiarfan.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurhadiarfan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurhadiarfan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurhadiarfan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurhadiarfan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurhadiarfan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurhadiarfan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurhadiarfan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurhadiarfan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurhadiarfan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurhadiarfan.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=10&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/05/plc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b77c97f034759bb223aecb4fdd528e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arfan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PLTM</title>
		<link>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/05/pltm/</link>
		<comments>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/05/pltm/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 09:50:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurhadiarfan.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Energi terbaharui mendapatkan energi dari aliran energi yang berasal dari &#8220;proses alam yang berkelanjutan&#8221;, seperti sinar matahari, angin, air yang mengalir proses biologi, dan geothermal.
Untuk aspek dari penggunaan energi terbaharui di masyarakat modern lihat pengembangan energi terbaharui. Untuk diskusi umum, lihat pengembangan energi masa depan.
Mendefinisikan terbaharui
Konsep energi terbaharui diperkenalkan pada 1970-an sebagai baigan dari usaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=11&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Energi terbaharui mendapatkan energi dari aliran energi yang berasal dari &#8220;proses alam yang berkelanjutan&#8221;, seperti sinar matahari, angin, air yang mengalir proses biologi, dan geothermal.</p>
<p>Untuk aspek dari penggunaan energi terbaharui di masyarakat modern lihat pengembangan energi terbaharui. Untuk diskusi umum, lihat pengembangan energi masa depan.</p>
<p>Mendefinisikan terbaharui</p>
<p>Konsep energi terbaharui diperkenalkan pada 1970-an sebagai baigan dari usaha mencoba bergerak melewati pengembangan bahan bakar nuklir dan fosil. Definisi paling umum adalah sumber energi yang dapat dengan cepat diisi kembali oleh alam, proses berkelanjutan. Di bawah definisi ini, bahan bakar nuklir dan fosil tidak termasuk ke dalamnya.</p>
<p>Energi sustainable</p>
<p>Seluruh energi terbaharui secara definisi juga merupakan energi sustainable, yang berarti mereka tersedia dalam waktu jauh ke depan yang membuat perencanaan bila mereka habis tidak diperlukan. Meskipun tenaga nuklir bukan energi diperbaharui, namun pendukung nuklir dapat sustainable dengan penggunaan reaktor breeder menggunakan uranium-238 atau thorium atau keduanya. Di sisi lain banyak penentang nuklir menggunakan istilah energi sustainable sebagai sinonim untuk energi terbaharui, dan oleh karena itu tidak memasukkan nuklir ke dalam energi sustainable.</p>
<p>Energi geothermal</p>
<p>Energi geothermal berasal dari penguraian radioaktif di pusat Bumi, yang membuat Bumi panas dari dalam, dan dari matahari, yang membuat panas permukaan bumi. Dia dapat digunakan dengan tiga cara:</p>
<p>* Listrik geothermal<br />
* pemanasan geothermal, melalui pipa ke dalam Bumi<br />
* pemanasan geothermal, melalui sebuah pompa panas.</p>
<p>Energi surya<br />
Panel surya (photovoltaic arrays) di atas yacht kecil di laut dapat mengisi baterai 12 V sampai 9 amperes dalam cahaya matahari penuh dan langsung.<br />
Panel surya (photovoltaic arrays) di atas yacht kecil di laut dapat mengisi baterai 12 V sampai 9 amperes dalam cahaya matahari penuh dan langsung.</p>
<p>Karena kebanyakan energi terbaharui pusatnya adalah &#8220;energi surya&#8221; istilah ini sedikit membingungkan. Namun yang dimaksud di sini adalah energi yang dikumpulkan langsung dari cahaya matahari.</p>
<p>Tenaga surya dapat digunakan untuk:</p>
<p>* menghasilkan listrik menggunakan sel surya<br />
* menghasilkan listrik menggunakan pembangkit tenaga panas surya<br />
* menghasilkan listrik menggunakan menara surya<br />
* memanaskan gedung, secara langsung<br />
* memanaskan gedung, melalui pompa panas<br />
* memanaskan makanan, menggunakan oven surya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurhadiarfan.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurhadiarfan.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurhadiarfan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurhadiarfan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurhadiarfan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurhadiarfan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurhadiarfan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurhadiarfan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurhadiarfan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurhadiarfan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurhadiarfan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurhadiarfan.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurhadiarfan.wordpress.com&blog=4180232&post=11&subd=nurhadiarfan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurhadiarfan.wordpress.com/2008/07/05/pltm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b77c97f034759bb223aecb4fdd528e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">arfan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>